![]() |
| Cinta Bernoda Darah #34 |
=========================================
“Ceritamu itu baik sekali. Tapi, mengapa lalu terjadi permusuhan, Kongcu?”
“Nona, amatlah tidak enak mendengar suaramu yang merdu lewat mulutmu
menyebutku Kongcu..”
“Akan tetapi, kau seorang putera pangeran..”
“Dan kau pun puteri seorang goan-swe (jenderal). Setelah kuketahui bahwa
kau ini adik Bu Song yang pernah menjadi sahabat baikku, perlukah kita saling
bersikap sungkan? Apalagi kita akan mengadakan perjalanan jauh bersama,
alangkah tidak enaknya kalau kau menyebut Kongcu dan aku menyebut Siocia.”
