Hantaman-hantaman itu amat kuat dan
membuat dada Han Han terasa sesak, kepalanya pening dan hal ini menambah
kemarahannya melihat adiknya diculik Ouwyang Seng. Ia menjadi nekat dan ketika
dua orang kakek itu kembali menyerangnya dari kanan kiri, ia mengeluarkan pekik
melengking dan mengerahkan seluruh sin-kangnya menyalurkan Hwi-yang Sin-ciang
di tangan kiri menghantam Ma-bin Lo-mo sedangkan tangan kanannya dengan hawa
Swat-im Sin-ciang menghantam Gak Liat. Ia balas memukul tanpa mempedulikan
datangnya pukulan kedua lawan itu. Karena ia menyalurkan sin-kang secara
terbalik dan dengan demikian sekaligus menghadapi kedua lawan itu dengan dua
macam tenaga yang berlawanan sehingga keras bertemu keras, terjadilah tabrakan
tenaga sakti yang luar biasa sekali.
“Desssss....”
Gak Liat dan Ma-bin Lo-mo seketika
muntahkan darah segar dari mulut mereka akan tetapi Han Han sendiri yang
terhimpit oleh dua tenaga raksasa itu roboh pingsan”
Kang-thouw-kwi Gak Liat dan Ma-bin Lo-mo
Siangkoan Lee cepat duduk bersila untuk mencegah terluka di dalam dada mereka.
Sepuluh menit kemudian mereka sudah bergerak kembali dan keduanya memandang Han
Han sambil menggeleng-geleng kepala.
“Dia luar biasa sekali, Setan Botak,”
Ma-bin Lo-mo berkata perlahan.
“Hemmm, kalau tidak mengalami sendiri
mana aku bisa percaya?” jawab Gak Liat dan keduanya cepat menghampiri Han Han
yang masih rebah pingsan.